All About "Why"
Hari ini, lewat perbincangan garing di telfon dengan pacar, aku bertanya satu hal "Kok orang lain hidupnya gampang aja nggak ada masalah ya?" Dengan malas dia menjawab "Ya itu karena mereka nggk nunjukin masalah mereka aja, manusia mana sih yang nggk punya masalah?". Sungguh aku sangat tahu jawaban ini, tanpa harus ku tanya juga sebenarnya. Hanya saja kadang bukan jawaban seperti itu yang ku mau. Ada saatnya aku ingin dijawab dengan sebuah jawaban diluar logika, atau sekali saja kadang aku ingin mendengar jawaban yang ingin ku dengar. Sebuah jawaban pembenaran walaupun itu salah. Lagi-lagi, ego tak bisa menang, dan pada akhirnya aku tak mendapatkan apa yang ingin ku dengar.
Kenapa manusia lain terlihat lebih berkilau ditempat mereka berdiri? Apa mereka juga melihat tempat ku berkilau dari jauh? Atau aku hanyalah benda redup yang dari awal seharusnya tak pernah ada? Entahlah, jawaban seperti apapun tak pernah ku dapat dengan pasti. Melihat orang lain bahagia, tertawa dengan pencapaian mereka yang luar biasa, punya pekerjaan layak, keluarga, teman dan orang sekitar yang mendukung keputusan mereka membuat ku merasa sangat buruk karena menginginkan hal yang sama. Aku paham hidup bukan hal yang bisa dibandingkan karena setiap orang punya waktu nya sendiri. Tapi pernahkan kau berfikir bahwa semua orang memang punya kesempatan yang sama, tapi tak semua orang punya keberuntungan. Sebagian harus rela hadir sebagai tokoh pendamping yang plot ceritanya hanya sebagai imbuhan dalam kalimat tak penting.
"Jangan iri! kamu juga bisa" Ah bullshit, kalau aku bisa maka aku juga akan berada ditempat yang ku mau, tapi nyatanya aku tak punya keberuntungan yang baik, lagi-lagi aku hanya lah orang bodoh yang berusaha menjadi pintar berharap setidaknya bisa punya cahaya terang. Ah mimpi.
Komentar
Posting Komentar